Jurnalisme Sastra

Jurnalisme sastra adalah jenis tulisan jurnalistik yang tekhnik dan gaya penulisannya menggunakan cara yang biasa dipakai dalam karya sastra, misalnya seperti dalam cerpen atau novel.

Jurnalistik sastra menyajikan jurnalisme yang lebih menarik dibaca, menyentuh emosi pembaca, dan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai daerah atau tokoh tertentu.

kemunculan jurnalisme sastra ditandai dengan dimulainya gerakan New Journalism di Amerika Serikat.

Gerakan ini populer di Amerika Serikat pada tahun 1960 sampai 1970-an. Tulisan-tulisan bercorak jurnalistik sastra mudah ditemukan di media daring, koran dan majalah.

Perkembangan Jurnalisme Sastra

Jurnalisme sastra memang berbentuk seperti fiksi, namun tidak termasuk ke dalam kelompok fiksi. Jurnalisme sastra muncul sebagai bagian dari gerakan New Journalism yang dicetuskan oleh Tom Wolfe.

Namun, pada tahun 1700 sebenarnya sudah muncul esai-esai naratif yang ditulis oleh penulis seperti Ernest Hemingway, A.J. Liebling dan Joseph Mitchell.

Baru pada tahun 1970 sampai 1980-an istilah jurnalisme sastra berkembang dalam masyarakat.

Pelopornya adalah John McPhee, Richard Rhodhes, Mark Singer, dan beberapa tokoh lain.

Jurnalisme sastra masuk ke dalam bermacam wilayah penulisan, seperti pariwisata, memoar, esai-esai historis dan etnografis, bahkan berita-berita mengenai peristiwa nyata.

Sebenarnya adanya gaya penulisan sastra dalam tulisan membuat sebuah laporan menjadi janggal.

Akan tetapi, jurnalisme sastra menjadi sarana penolakan terhadap jurnalisme lama.

Memang jurnalisme sastra pada akhirnya berbentuk mirip fiksi, namun jurnalisme sastra tidak dapat dikatakan fiksi.

Jurnalisme sastra tetap harus menjaga akurasi fakta dalam penulisannya.

Jurnalisme sastra akan menghasilkan tulisan yang personal dan cenderung subjektif, akan tetapi kenyataan tulisan harus seusai dengan realita peristiwa,

Istilah Jurnalisme Sastra di Indonesia

Istilah jurnalisme sastra dalam bahasa Indonesia adalah terjemahan dari istilah literary journalism (Inggris).

jurnalisme artinya pekerjaan mengumpukan, menulis, dan menyunting berita atau kewartawanan

Istilah yang juga sering digunakan adalah jurnalistik sastra.Istilah yang salah namun sering dipakai adalah jurnalisme sastrawi.

Istilah jurnalisme sastra secara kaidah bahasa baku menerangkan diterangkan tidak tepat karena keduanya kata sifat.

 

Ciri-ciri Jurnalisme Sastra

Jurnalisme sastra yang mengikuti gerakan New Journalism mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

 

Bentuk tulisan adalah rangkaian adegan yang dilengkapi dengan latar dan alur cerita.

Ada reproduksi dialog secara langsung.

Narasi menggunakan sudut pandang salah satu tokoh.

Ada penjelasan detail mengenai penampilan tokoh atau latar.

Sekalipun jurnalisme sastra berbentuk mirip fiksi, perlu tetap diperhatikan bahwa penulisannya tetap didasarkan pada bahasa baku.

Bagaimanapun juga jurnalisme sastra tetap menjadi bagian dari jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *